Tulisan ini berjudul: Ngawangun Desa Nu Mandiri
Dirangkai dalam catatan facebook pada tanggal 28 November 2010 pukul 21:11
“Membagun Bangsa dari Desa: Kalau kita baik kepada alam, dia pasti akan memberikan sesuatu kepada kita. Apa pun bentuknya,”
~Goris Mustaqim, Pendiri ASGAR MUDA GARUT, Asia's Best Young Entrepreneurs 2009~
Visi menuju Otonomi Desa menghendaki adanya usaha pengembangan masyarakat swadaya dan mandiri. Pemerintahan yang lebih tinggi diatas desa tidak lagi perlu repot untuk mengurusi persoalan skala desa karena Desa telah mampu menanganinya.
Kemampuan untuk mengurusi urusan mereka sendiri adalah keswadayaan Desa dan kemandirian Desa dibuktikan dengan tidak lagi bergantung kepada pemerintahan yang lebih tinggi diatasnya.
Konsepsi Otonomi Desa tentu saja harus memperhatikan latar belakang perkembangan Desa itu sendiri. UU no 5 / 1979 – UU no 22 / 1999 – UU no 32 / 2004 akan dijadikan bahan dasar terhadap perkembangan Desa. Dapat dicermati pertama dari UU no 5 / 1979 tentang Pemerintahan Desa, yaitu desa masa lalu dalam kurun waktu 20 tahun sampai ditetapkannya UU no 22 / 1999.
Desa hanya sebagai wilayah administratif tanpa kewenangan apapun sehingga Desa hanya melakukan tugas pembantuan ( Bedebewind ) yang selalu tergantung kepada Juklak dan Juknis dari pemerintahan yang lebih tinggi darinya. Selama waktu itu Desa telah mengalami Pelemahan ( Depowering ) politik kebijakan sehingga mereka hampir tidak berani berinisiatif untuk membuat kebijakan ditingkat desa dan melakukan tindakan terobosan walaupun itu untuk kepentingan Desa.
Selama kurun waktu itu Desa juga telah mengalami deideologisasi dan depolitisasi karena proses demokratisasi kelembagaan desa tidak berjalan sehingga desa menjadi konstruksi abstrak para elite sebagai floating mass ( massa mengambang ) yang dibiarkan tidak berkembang.
"Amatlah sering, kita berharap pada makhluk. Segala upaya kita lakukan hanya untuk mendapatkan simpatinya. Dan kita lupa, bahwa itu adalah sebuah kesalahan besar. Karena makhluk adalah fana, mudah sirna dan pada hakikatnya amatlah rapuh sebagai tempat untuk bergantung."
~Aa Gym~
Sumber:
Ireng Maulana
1. http://blogs.unpad.ac.id/cisagabangunharja/
2. http://persandesbangunharja.blogspot.com/
Ucapan Terima Kasih Kepada Sahabat-sahabatku:
1. Aditiana Nursukma yg Senantiasa Mencintai Desa Bangunharja
2. Deni Nugraha yg Sangat Setia Menjaga Desanya
Foto oleh: Arip Nurahman


Tidak ada komentar:
Posting Komentar